“Bertemu Pemimpinku” : Inspirasi dan Keteladanan untuk Anak SabangMerauke

“Pak Ahok, bagaimana rasanya jadi pemimpin? Karena suatu saat nanti saya juga mau jadi pemimpin,” begitu tanya Lodia, Anak SabangMerauke (ASM) dari Maluku Tenggara Barat dengan polos. Senyum merekah tak pernah hilang dari wajah gadis mungil itu.

Hari ke-empat SabangMerauke Batch 2 adalah hari yang membuat seluruh anak Indonesia, dan bahkan para orang dewasa di seluruh Indonesia, iri luar biasa. Hehe. Sesuai dengan tema , yaitu “Bertemu Pemimpinku”, tanggal 3 Juli 2014 kemarin para ASM berkesempatan untuk mengunjungi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Bapak Basuki Tjahja Purnama, atau yang akrab kita kenal dengan panggilan Pak Ahok, serta Pak Abraham Samad, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuan hari itu adalah untuk memperkenalkan para ASM dengan para pemimpinnya, sehingga bisa melihat lebih dekat profesi mereka. Selain itu, tentunya supaya semangat kepemimpinan dan semangat meraih cita-cita yang dimiliki oleh Pak Ahok dan Pak Abraham bisa menular kepada para ASM. Tema hari ini juga tidak lepas dari nilai ketiga SabangMerauke, yaitu ke-Indonesiaan. Ya, karena SabangMerauke bercita-cita bahwa anti-korupsi menjadi salah satu unsur identitas ke-Indonesiaan. ASM diharapkan ikut terpacu untuk dapat mempraktekkan semangat anti-korupsi, hidup dengan jujur serta memiliki integritas dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Pak Ahok  : “Bhinneka Tunggal Ika” untuk Bangsa yang Hebat

IMG_0628

ASM Batch 2 bersama Pak Ahok

Tepat pukul 8.30 pagi, pintu balai kota dibuka. Para ASM diajak untuk melihat-lihat dan berkeliling Balai Kota, sesekali berfoto. Mereka dikenalkan bermacam-macam ruangan yang ada di sana, mulai dari ruang tamu, ruang rapat, ruang makan, hingga ruang kerja Pak Ahok. Tak pernah pudar rona ceria dan sumringah dari wajah para ASM. Wande, ASM dari Pasuruan, berkata bahwa dia sangat senang bisa bertemu dengan Pak Ahok, ia ingin menanyakan apa motivasi Pak Ahok mau menjadi Wakil Gubernur. Selesai berkeliling, kita semua diajak masuk ke sebuah ruang rapat besar. Tak lama, Pak Ahok pun datang. Wajah para ASM terlihat tegang namun menyimpan raut penuh rasa penasaran dan kebahagiaan.

Untuk Pak Ahok, ini adalah kali kedua beliau berkenan menerima rombongan SabangMerauke. Tahun lalu, beliau menerima rombongan #SMBatch1 dan menjadi bahan pembicaraan para ASM, bahkan setelah berhari-hari. Hehe.

Sebelum memulai pemaparannya mengenai toleransi, sesuai dengan salah satu pilar utama SabangMerauke, Pak Ahok lalu menanyakan apakah ada yang ingin minum, karena tentu tidak semuanya berpuasa. Namun, dengan bersemangat, para ASM berkata bahwa mereka sedang berpuasa. Para ASM yang tidak berpuasa pun mengatakan tidak ingin minum karena menghormati teman-temannya yang sedang berpuasa. Sambil tertawa, Pak Ahok berkata bahwa tidak apa-apa kalau kita minum di depan yang berpuasa, justru itu pahala bagi mereka. Beliau lantas bercerita mengenai bagaimana ia dulu belajar bertoleransi lewat pengalaman masa kecilnya, dimana dulu ia tinggal di daerah yang mayoritas berpenduduk muslim. Sejak kecil, ia berteman dengan banyak orang Muslim, bagaimana ia sering ikut sahur walaupun tidak berpuasa. Pak Ahok menceritakan satu pengalamannya yang membuat para ASM tertawa, adalah ketika ia diajak mengerjakan pekerjaan rumah di Masjid setelah shalat Isya, ia sempat ditolak oleh penjaga Masjid dan disebut “kafir”. Pak Ahok berkata, jika kita benar-benar saling kenal dengan baik, sebetulnya stereotype mengenai suku atau agama tertentu itu tidaklah benar.

IMG_0627

Pak Ahok, bersama Anak SabangMerauke (ASM) dan Kakak SabangMerauke (KSM)

Pak Ahok juga bercerita bahwa dengan adanya “bonus demografis” di tahun 2025, dimana jumlah penduduk usia produktif akan lebih banyak daripada penduduk usia non-produktif, ini merupakan waktu yang tepat bagi rakyat Indonesia untuk mempersiapkan diri dengan cara menimba ilmu sebanyak-banyaknya, sesuai dengan tuntutan pekerjaan di 10 tahun mendatang. Tentu saja, persaingan antar-suku atau antar-agama bukanlah yang kita inginkan, apalagi dengan adanya ASEAN Free Trade atau pasar bebas ASEAN. Menurut Pak Ahok, sudah seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia bersatu padu dan bersaing dengan orang dari negara ASEAN lain, bukannya bersaing dengan bangsa sendiri. “Bhinneka Tunggal Ika” haruslah senantiasa menjadi dasar kita dalam menghadapi globalisasi, dan beliau mengatakan bahwa Yayasan Seribu Anak Bangsa sudah melakukan hal yang baik dengan membantu kita mempersiapkan diri. Waow…pinter dan bijak banget ya Pak Plt Gubernur kita ini. :’)

Kata Pak Ahok lagi, dengan memiliki wawasan kebangsaan, kita bisa maju dan melawan adanya ancaman globalisasi. Pak Ahok menekankan kepada para ASM bahwa kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Sebagai bangsa Indonesia, kita tidak kalah dengan orang dari negara lain. Dengan tidak korupsi, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang hebat.

Di akhir acara, Firstly, ASM dari Rote Ndao – NTT, sempat mengajukan pertanyaan, “Apa tanggapan Bapak mengenai generasi muda saat ini yang sudah mulai tidak peduli pada kebudayaan Indonesia dan toleransi yang sudah mulai diacuhkan?”

Dengan tegas Pak Ahok menjawab bahwa generasi muda sekarang banyak yang sudah mengerti Wawasan Nusantara seperti para ASM. Beliau justru lebih mengkhawatirkan adanya primordialisme pada generasi muda, dimana itu dapat menumbuhkan rasisme.

IMG_0626

Pak Ahok dan Kak Meiske, Managing Director SabangMerauke

Bincang-bincang di Balai Kota bersama dengan Pak Ahok pun selesai. Setelah selesai berfoto bersama dan meminta tanda tangan, kami diajak untuk melihat ruang kerja Pak Ahok. Firstly mengatakan bahwa ia masih deg-degan. Sembari menggenggam tangan saya, ia berkata, “Masih dingin Kak. Saya senang sekali ketemu beliau,”. Yunius, ASM dari Tembagapura – Papua, juga berkata bahwa ini adalah pengalaman pertamanya bertemu dengan pemimpin sekelas Pak Ahok. Sebelumnya ia belum pernah bertemu dengan pejabat, apalagi main ke ruang kerjanya. Sementara itu, Umi, ASM dari Kapuas Hulu – Kalimantan Barat, mengatakan bahwa dia sangat mengagumi Pak Ahok, terutama karena keujujurannya. Oh ya, untuk menyimak pertemuan Pak Ahok dengan para ASM, bisa klik di kanal youtube berikut ya. 🙂

Pak Abraham Samad: Takut Hanya Kepada Tuhan

IMG_0624

ASM Berfoto Bersama Pak Abraham Samad

Perjalananpun dilanjutkan, berikutnya ke KPK. Cuaca yang panas terik membuat para ASM pun agak letih, namun itu tidak menyurutkan semangat mereka. Sambil bersender di kursi, Lodia tersenyum manis dan mengatakan bahwa ia senang sekali karena bisa bertemu dengan Pak Abraham Samad.

Tak lama, kami pun diajak masuk ke sebuah ruang rapat. Sambil menunggu kedatangan Pak Abraham, para ASM mendengarkan penjelasan dari Kak Jana dari KPK, mengenai tindakan-tindakan korupsi yang bisa saja terjadi di lingkungan sekolah. Beberapa saat kemudian Pak Abraham bergabung dengan kami di ruangan. Para ASM yang tadinya letih, langsung bersemangat kembali, layaknya baterai yang kembali di-charge, hehe. Pak Abraham menyapa para ASM, sebelum akhirnya memulai pemaparannya mengenai pendidikan.

Melanjutkan penjelasan dari Kak Jana, Pak Abraham mengatakan bahwa setiap orang, terutama para ASM, harus memiliki integritas. Integritas ini simpelnya diartikan dengan berlaku jujur. Jika kita sering mendengar istilah “bohong kecil-kecilan”, maka kita harus menanamkan dalam benak kita bahwa dalam kebohongan tidak ada istilah besar atau kecil; sekecil apapun kebohongan itu, tetap saja tidak boleh dilakukan. Harus ada sikap tanggungjawab terhadap kewajiban kita sebagai siswa yang sedang mengemban pendidikan. Kita juga harus bisa menerapkan nilai-nilai keadilan di dalam diri kita; adil terhadap semua orang dan tidak boleh mendiskriminasi.

Brq1vaHCcAE5BZc.jpg large

ASM Yunius bersama Pak Abraham Samad

Pak Abraham juga menegaskan bahwa setiap anak-anak daerah, khususnya para ASM, tidak boleh berkecil hati dalam mengenyam pendidikan. Karena semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengaktualisasi bakat dan kemampuannya masing-masing. Menurut Pak Abraham, sangat penting bagi generasi muda untuk dapat mengenyam pendidikan dalam arti luas. Bukan hanya pendidikan akademis, tapi juga memahami nilai-nilai moralitas dan keteladanan di lingkungan dan keluarga masing-masing. Pak Abraham lalu bercerita soal kisah kapur tulis, dimana ia belajar mengenai kejujuran dari Ibunya. Kakak-kakak mungkin juga sudah pernah dengar ya kisah Pak Abraham yang berkesan itu? 🙂

Di akhir acara, para ASM diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada Pak Abraham. Yohana, ASM dari Musi Banyuasin – Sumatra Selatan, memberanikan diri untuk bertanya, “Pernahkah ada rasa takut di hati Bapak ketika menangkap pelaku korupsi, dimana kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang berpengaruh dan memiliki kekayaan yang luar biasa? Takutkah jika misalnya ada ancaman-ancaman terhadap Bapak dan keluarga Bapak?”

IMG_0625

Kapan Lagi Foto Bareng Ketua KPK? 🙂

Sambil tertawa ringan namun dengan mantap, Pak Abraham menjawab, “Sebagai manusia biasa, kita tidak boleh takut. Karena yang berhak mencabut nyawa kita adalah Tuhan.” Pak Abraham kemudian menegaskan bahwa jika kita berjuang di jalan Tuhan, maka kita tidak perlu takut akan segala jenis ancaman.

Demikian seluruh cerita perjalanan para ASM pada hari ini. Perjalanan yang termasuk singkat, tapi waktu yang singkat ini bisa memberikan contoh kepada para ASM bagaimana sosok pemimpin yang baik, yang mementingkan toleransi, semangat meraih pendidikan,  dan keteladanan tentang integritas dan kejujuran sebagaimana yang ditunjukkan oleh Pak Ahok dan Pak Abraham. Baik Pak Ahok dan Pak Abraham, keduanya sama-sama mengatakan bahwa mereka tidak takut mati untuk berjuang demi konstitusi dan negara Republik Indonesia. Selama berada di jalan yang benar, mereka yakin bahwa mereka senantiasa berada dalam lindungan Tuhan.

Yohana bilang, “Orang beriman itu pemberani ya, seperti Pak Abraham Samad bilang, dia tidak pernah takut karena yakin cuma Tuhan yang bisa hidup & matikan.”

Saya percaya, bahwa mereka berdua sedang berjuang untuk mencapai tujuan yang sama. Terima kasih atas  inspirasi luar biasa untuk para ASM dan kami semua Pak Ahok dan Pak Abraham, saya yakin ini akan membekas selamanya. Semoga bangsa Indonesia semakin maju dan terus lebih baik dengan adanya pemimpin-pemimpin seperti Pak Ahok dan Pak Abraham! 🙂

– Mariana Dewi Rachmawati –

Advertisements

1 thought on ““Bertemu Pemimpinku” : Inspirasi dan Keteladanan untuk Anak SabangMerauke

  1. Pingback: “Bertemu Pemimpinku” : Inspirasi dan Keteladanan untuk Anak SabangMerauke | ILLUMINANTE IL MONDO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s